dari Dixon hingga Shannon

 Jam menunjukkan pukul 07.55 AM, segera kuhabiskan sarapan pagiku untuk lekas berpamitan pada kedua orang tuaku dan berangkat sekolah seperti biasa. Usai berpamitan sempat kulihat pengecek temperatur udara di laptop ayah, 9 derajat celcius suhu udara pagi ini. Hmmm, akankah aku membeku di tengah jalan ? kuharap tidak.
Dengan berbekal sarung tangan dan sebuah payung untuk berjaga-jaga kalau-kalau cuaca bertambah buruk, aku pun berangkat sekolah. Bismillah, semoga ilmu yang didapat hari ini mendapat berkah dari-Nya.

Kulangkahkan kaki keluar rumah dan aku pun berangkat menuju sekolah.Wuuuusss, sesaat setelah berada di luar kurasakan semilir angin menyentuh pipiku, hiiiiiiy dingiiiiiin. Walaupun sang surya menyapa pagi ini dengan cerahnya, namun ternyata hangatnya tak sampai ke permukaan. Masih ada 1.7 mil jarak yang harus ketempuh untuk sampai ke sekolah. Dengan mengendarai kedua kakiku yang alhamdulillah masih diberi kesehatan dan kekuatan ini, menghabiskan waktu kurang lebih 30 menit. Pada kali pertama aku mengecek jaraknya di google, dari Dixon Street hingga Shannon Avenue, kupikir aku tidak akan sanggup melakukannya.  Ternyata setelah melakukannya selama kurang lebih 1 bulan aku semakin terbiasa berjalan kaki. Pulang-pulang ke tanah air mungkin betisku -dengan tidak mengurangi rasa hormat- sudah sama seperti tukang becak (hehe).

Tak jauh dari rumah, ada sebuah lampu stop-an, dari situ aku berbelok ke kiri, ke jalan kecil dan sepi serta banyak ditumbuhi pepohonan -jalan memotong untuk sampai ke sekolah-. Setiap pagi ketika berangkat sekolah aku pasti akan bertemu dengan orang-orang yang sama, begitupun pada saat aku pulang ke rumah. Ibu-ibu berjaket cokelat dengan mengendarai sepeda, mba-mba berjaket hijau , anak-anak lelaki yang bergerombol dengan sepeda, dua pria botak yang mengobrol kencang sambil melaju di atas sepedanya, lelaki berjas dengan rambutnya yang sedikit gondrong, seorang teteh cantik dengan pakaian sixth form yang selalu senyum ke arahku dan banyak lagi. Terkadang salah satu dari mereka tidak aku jumpai, namun hari-hari berikutnya pasti akan kujumpai lagi. (Ibu, bapak, teteh, akang, jangan bosan-bosan ya ketemu saya-begitu mungkin pikirku dalam hati -hehe-)  

Aku juga kerap kali bertemu dengan teman satu sekolah salah satunya Modestas -si pendatang dari Lithuania-, hehe dia seorang pendatang juga seperti kami. Atau dengan Jodie, sang House Captain dari form yang sama denganku, kami sering berpapasan di ujung jalan kecil, rumahnya cukup jauh juga dari sekolah. Jodie teman yang baik dan pintar. Namun seringkali kami berjalan bersama dalam keheningan -haha- karena lidah ini rasanya kaku acap kali ingin mengobrol, kami bercakap-cakap namun dalam frekuensi yang sedikit.

Selama di perjalanan aku sibuk bergumam dengan pikiranku sendiri. Terkadang pikiranku melayang pada teman-teman di tanah air, atau rumahku tercinta nan jauh disana.
Ah, betapa rindunya aku pada itu semua. Atau, pikiranku berkutat tentang apa yang akan terjadi di sekolah hari ini dan apabila aku berjalan bersama Jodie yang ada dalam pikiranku hanyalah seputar menerjemahkan kata-kata dan menyusun kalimat percakapan yang baik dan benar, yang pada akhirnya seringkali tidak juga aku utarakan -haha-.

Dari ujung jalan kecil, aku berbelok ke kanan, 5 menit dari sana aku belok kiri menuju arah Boultham Park dan kembali belok kanan melewati Western Avenue. Sampai di perempatan jalan antara Boultham Park Road dan Western Avenue aku belok ke kiri , melewati Bus stop, salon, gereja,kantor polisi, perpustakaan, toko Kong Sing, Foodstore dan beberapa toko kecil. Lalu terus lurus melewati sepanjang jalan Moorland Avenue , Harris Road  dan terakhir perempatan Moorland dengan Westwick Drive, 5 menit dari sana barulah sampai pada jalan Shannon Avenue, dimana sekolahku berada.

Setiap hari, setiap minggu kulakukan ini berulang-ulang

dari Dixon hingga Shannon
semoga setiap langkah kakikku untuk mencari ilmu mendapat ridha-Mu
dan ilmu yang ku dapat di berkahi oleh-Mu ya Rabb
aamiiin ya rabbal alamiiin

kutipan diary,
Lincoln October 2009

2 komentar:



kinkin mengatakan...

wah, perjalanan menuju ke sekolah yang menyenangkan tampaknya. semangat, ya karimaaaa :D
temanku yang meskipun belum kenal tapi rasanya sudah akrab. mmm-- akrab sebelum bertemu. haha

semoga harimu (disana) selalu menyenangkan :DD

Karima Nadya Putri mengatakan...

@kinkin iya kin,eh kita pernah ketemu loh di daci waktu itu. mungkin kamu ga ngeh itu ak ya. heu

semoga nanti kita bisa benar-benar mengobrol dalam dunia nyata (halah) heu. biasanya cuma di ym doang
:)

Posting Komentar